• Senin, 26 September 2022

Pesawat jatuh di Pangandaran, Jawa Barat. Ternyata Sedang Latihan Terbang

- Minggu, 19 Juni 2022 | 16:12 WIB
Basarnas tengah melakukan proses evakuasi kecelakaan pesawat Triker PK-SAR di Pangandaran./Dok. Humas Basarnas / (Dok Basarnas)
Basarnas tengah melakukan proses evakuasi kecelakaan pesawat Triker PK-SAR di Pangandaran./Dok. Humas Basarnas / (Dok Basarnas)

Pesawat jatuh di Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (15/5/2018) pukul 18.00 WIB. Pesawat terbang dengan kecepatan tinggi dan berjalan lurus menuju perairan Kalimantan Tengah dari arah Timur. Namun ketika menginjakkan udara di Pantai Kuta selatan, pesawat terbang secara otomatis menghentikan langkahnya dan jatuhlah ke tanah. Dua orang penumpang masih hidup saja setelah melompati baja yang cukup panjang untuk membawa mereka pulang ke pantai. Latihan Terbang

Saat melakukan penerbangan pelatihan, pesawat Trike PK-SAR mengalami kerusakan mesin dan menabrak sebuah rumah sehingga menyebabkannya roboh di kawasan Pangandaran. Hidung pesawat juga masuk ke rumah seorang warga dan terkubur di bawah puing-puing dan puing-puing. Kedua penghuni pesawat selamat tetapi terluka parah dengan satu menderita patah punggung.

Kejadian bermula ketika Air Traffic Control (ATC) di Bandara Nusawiru, Pangandaran menerima laporan bahwa Trike PK SAR mengalami kegagalan mesin selama penerbangan pelatihannya. Pada saat yang sama, kontak hilang dengan pesawat dua orang. Informasi ini dilaporkan ke kantor SAR Bandung. Sementara itu, staf Basarnas Command Center (BCC) menerima sinyal darurat dari Emergency Locator Transmitter (ELT) pada koordinat 07°41'12" 108°38'18".

Baca Juga: Bekas Perlintasan Kereta Api Pengangkut Pasir yang Menuju Gunung Galunggung

Ini semua bermula ketika Kontrol Lalu Lintas Udara di Bandara Nusawiru di Pangandaran menerima laporan kegagalan mesin pada Sar Trike PK selama latihan. Pada saat yang sama, kontak hilang dengan pesawat yang membawa dua personel di dalamnya. Informasi ini dilaporkan ke kantor Search &Rescue Bandung. Sementara itu, personel siaga Basarnas Command Center (BCC) menerima sinyal dari Emergency Locator Transmitter (ELT) pada koordinat 07°41'12" 108°38'18".

Baca Juga: Warga Kampung Cibungkul Perum yang Berpenghasilan Jutaan Rupiah Dari Membuat Artikel Berita

 

 

Editor: Didin Arcip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X