• Senin, 26 September 2022

Masyarakat Sri Lanka Berunjuk Rasa Besar Besaran: Presiden harus pergi

- Minggu, 10 Juli 2022 | 03:49 WIB
Para pengunjuk rasa berkumpul di luar kantor Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (foto ss aljazeera/Thilina Kaluthotage/AP)
Para pengunjuk rasa berkumpul di luar kantor Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa (foto ss aljazeera/Thilina Kaluthotage/AP)

CIBUNGKUL- Beredar video di media sosial mengenai pendemo di Sri Lanka, bahwa ratusan pengunjuk rasa memadati ruangan dan koridor, meneriakkan slogan-slogan menentang Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa.

Bahkan personel militer dan polisi tidak dapat menahan kerumunan di kediaman Presiden Sri Lanka sebelumnya pada hari Sabtu di mana mereka meneriakkan slogan-slogan meminta Rajapaksa untuk mundur.

Terlihat di video rekaman banyak pengunjuk rasa yang berdiri dan beberapa orang bahkan sampai mandi di kolam renang di dalam rumah milik presiden Sri Lanka.

Mengutip dari Al Jazeera laporan dari Minelle Fernandez, dia mengatakan para pengunjuk rasa bersikeras bahwa Presiden harus pergi.

Baca Juga: Resmi: Presiden Sri Lanka Rajapaksa akan mengundurkan diri pada 13 Juli

“Puluhan ribu orang Sri Lanka masih mengalir ke Kolombo… Orang-orang menyerbu stasiun kereta api dan secara harfiah memaksa karyawan untuk menempatkan mereka di kereta dan membawa mereka ke Kolombo. Mereka mengatakan akan mengambil kembali negara mereka,” kata Fernandez.

Banyak orang di negara kepulauan berpenduduk 22 juta orang itu menyalahkan kemerosotan negara itu pada Rajapaksa.

Protes yang sebagian besar damai sejak Maret menuntut pengunduran dirinya.

“Saya datang ke sini untuk mengusir Presiden. Situasi di negara ini tidak baik. Dia harus pergi ke negara kita untuk keluar dari jurang ini,” Gihan Roshan, 38, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari sebelumnya.

Sri Lanka sedang berjuang di bawah kekurangan devisa yang parah yang membatasi impor bahan bakar, makanan dan obat-obatan, yang menjerumuskannya ke dalam gejolak keuangan terburuk dalam 70 tahun.

Halaman:

Editor: Didin Arcip

Sumber: aljazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X